Welcome To My Blog masih dalam tahap belajar Sukses tidak akan datang dengan instan, belajar, berusaha dan berdoa lah atas segala yang dilakukan



Aku disini untukmu, ketika suasana malam menyelimuti dinginku, aku berfikir, masihkan engkau memikirkanku? Pertanyaan yang aneh bukan.
Di temani dengan secangkir WhiteCoffee dan malam pun kian larut, dalam benakku kenapa kamu hanya menuntutku mengerti kamu? Bukankah kita seharusnya saling mengerti?
Aku dan Kamu itu SATU
Namun apalah daya ini yang hanya bisa me-reka reka dengan semua yang ada, aku bekerja disini, untukmu, untuk masa depan kita.
Kita memang terpantau dengan jarak, namun itu bukan sebuah halangan untuk kita dalam menjalin sebuah hubungan.
Andai kamu tahu, semua ini pasti tak akan berujung
Kamu pernah melontarkan kata PUTUS, sakit memang, semua terasa seperti tak ada gunanya. Buat apa aku hidup sedangkan kamu tak bersamaku? Namun lambat laun kamu berubah, kamu mulai dengan sikapmu yang dulu.
Namun entahlah rasa itu berbeda dengan sebelumnya. Aku pun juga tak mengerti mengapa ini semua bisa terjadi. Aku berburuk sangka kepada Tuhan, kenapa Kau berikan aku nasib yang demikian?
Ya, ketika aku mengerti kamu, kamu seolah-olah tidak mengerti aku, aku belajar dengan sikapmu yang demikian, sulit bagiku untuk bisa memahami semua
Aku mengerti kamu tidak menginginkan perpisahan, iya sama, aku pun demikian.
Namun apalah daya ini, kita tidak akan tahu di masa mendatang, semoga kita masih di berikan umur panjang, dan cinta yang tak akan berujung. Amiin
Aku ya kamu
kamu tetap kamu
itu lah yang kini aku rasakan
mencoba untuk memahami apa yang kamu pahami saat ini
mencoba untuk mengerti apa yang kamu ngerti saat ini
indah jika memana aku dan kamu bisa saling mengerti
namun entah kenapa,semua ini terasa sulit untuk di lakukan

Kamu
mengertilah, rindu ini tak terbendungkan
kasih ini tak ada hentinya
selalu menyebut namamu,setiap harinya
aku ingin kamu merasakan ini semua
apakah bisa?

Setiap aku SMS aku takut
aku takut membuat kamu semakin jengkel
aku takut membuat kamu semakin kesel
kenapa aku seperti ini?
entah lah..

Sungguh aku tak bisa jauh dari genggam mu
tak bisa jauh dari anganmu
semoga kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini


                                                                                                                            In Love w/ You
                                                                                                                            Aji Amin Setiadin

Selamat Pagi Nusantara
Pagi ini cerah, namun tak secerah hariku ( hehe )

Yaps, Bagaimana kabar kamu yang disana?
Dari kemarin apa nggak capek selalu seperti itu?
Yuk coba lihat deh,pagi ini

Matahari tersenyum, memancarkan cahaya harapan
Berharap akan kehadirannya bisa memberikan sejuta manfaat bagi kita
Bukankah kita harus belajar demikian?

Oke,pagi merupakan saat yang paling di tunggu
udara yang bersahabat, mulai aktifitas dengan semangat
selayaknya manusia mensyukuri apa yang telah di berikan Tuhan kepada kita
Tak pantas jika manusia dengan sombong berperilaku bak seperti raja
namun sejatinya dia bukan lah raja

semoga di pagi ini, kita masih dalam naungan perlindungan-Nya
semoga !!
Amiin !!
Mulai dari siang jam `14.00 - 18.00 berjuang menjadi seorang petani yang benar-benar petani
sungguh luar bisa
aku yang masih berumur 17 tahun nih,merasa sangat kelelahan
sedangkan para orang tua, bekerja mulai pagi,siang, sore. Mereka pun tak kenal lelah

punggung mereka seperti tameng akan panasnya terik matahari
rasa panas yang mereka rasakan seolah adalah hal yang biasa
sampai pada akhirnya mereka pun mendapatkan hasil. Panen !!

Yah, bukan berarti setelah panen itu selesai
para petani pun harus berjuang kembali, memasarkan hasil panennya
menjemur padi yang di bawa kerumah
belum lagi yang mempunyai hewan, biasa nya didesa itu ada yang disebut 'damen'
( daun padi )

sungguh luar biasa
pada dasarnya pejuang negeri ini tak lepas dari usaha para petani

seharusnya para petinggi disana menghargai jasa-jasa kami
kami para petani yang mengharpkan harga beras yang tinggi
seiring dengan naiknya harga BBM

Yah, itulah petani
orang bawahan yang memberikan manfaat besar untuk orang lain

Good Job !!
Salah kepadamu
Membuat kamu jengkel
Membuat kamu menangis setiap malamnya
Sungguh tak ada niat yang seperti itu di dalalm hati ini

Aku pun lelah,setiap hari harus merasakan pedihnya hati ini
Aku pun juga ingin merasakan kebahagiaan
Aku pun juga ingin bisa di mengerti

Pernah kah kamu berfikir, kenapa aku seperti ini?
Ya, mungkin kamu tak akan pernah berfikir kenapa aku seperti  ini
Yang ada aku harus mengerti kamu
Coba lah berbagi, kamu merasakan bahagiaku, kamu juga merasakan sedih ku

Semoga kamu bisa mengerti dengan sejuta pengorbanan,sejuta pengertian ini
Mengerti lah, aku hanya manusia biasa
Yang bukan manusia setengah dewa
Dan biarlah aku disini yang merasakan semua ini.

Dari aku yang selalu membuat salah


                                                                                                                           In Love w/ You
                                                                                                                           Aji Amin Setiadin



Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

( Oleh : Chairil Anwar )


Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Oleh : Chairil Anwar)

author
Aji Amin Setiadin
Hanya bagian kecil dari bumi yang ingin memberikan manfaat untuk orang lain.